Selasa, 17 Januari 2012

ANTROPOLOGI TERAPAN


 Hari ini saya mempostingkan beberapa makalah KMI dari beberapa temen kelas saya 
 
ANTROPOLOGI TERAPAN


A.    Latar Belakang
Antropologi dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Inggris anthropology, dalam bahasa Belanda dengan istilah anthropologie, istilah tersebut berasal dari bahasa latin anthropos yang berarti manusia dan logos yang berarti ilmu. Jadi secara etimologis antropologi berarti ilmu yang mempelajari tentang manusia.

Antropologi merupakan  salah satu cabang ilmu Pengetahuan Sosial yang lahir sebelum tahun 1800, meskipun demikian antropologi secara hakiki telah lahir sejak adanya peradaban manusia. Pada sebelum tahun 1800 antropologi lebih dikenal dengan etnografi (dari bahasa latin etnhos, artinya bangsa dan grafien, (uraian atau lukisan). Pada awalnya antropologi berarti ilmu tentang cirri-ciri tubuh manusia. Bahkan ada pula yang menyamakan dengan ilmu anatomi. Dalam sejarah perkembangannya istlah antropologi mulai dipakai di Inggris dan Amerika Serikat. Namun dengan adanya usaha Negara-negara tersebut mulai masuk di Eropa. Dan dari Eropa tersebut menyebar ke Asia termasuk Indonesia.
Antropologi sebagai salah satu bidang keilmuan memiliki perbedaaan dengan disiplin ilmu lainnya baik dari segi ruang lingkup, pendekatan, pokok perhatian, dan sebagainya. Antropologi mencoba untuk mencari jawaban siapakah dan apakah manusia itu meski tidak dapat didefinisikan secara terbatas. Bila dikaitkan dengan keragaman etnis di Indonesia, antropologi sangat bermanfaat untuk memahami kemajemukan (perbedaan) yang terdapat pada masyarakat Indonesia sehingga menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air.
Namun, kemudian Antropologi mengalami suatu perkembangan sehingga ruang lingkup dan batas keilmuan semakin luas. Menurut Koentjaraningrat Antropolgi terbagi menjadi atas dua cabang besar yaitu yang pertama Antropologi Fisik yang membahas mengenai hasil dari proses evolusi  (Ilmu Palentropologi) dan juga membahas pula mengenai variasi manusia. Dan yang Kedua Antropologi Budaya yang menyeladiki manusia sebagai makhluk sosio-budaya dan seluruh cara hidupnya, fokus penyelidikan antropologi budaya adalah kebudayaan.
Antropologi terapan merupakan cabang Antropologi yang belum lama dikenal yang muncul untuk menjawab tantangan zaman. Antropologi terapan ini diadakan untuk langsung diaplikasikan sesuai situasi dan kondisi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah latar belakang munculnya antropologi terapan?
2.      Bagaimanakah posisi antropologi terapan dalam antropologi budaya?
3.      Bagaimanakah perkembangan antropologi terapan ?

C.    Tujuan
Sejalan dengan permasalahan yang disebutkan diatas maka penulis bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan tentang:
1.      Latar belakang munculnya antropologi terapan
2.      Posisi antropologi terapan dalam antropologi budaya
3.      Perkembangan antropologi terapan









BAB II
PEMBAHASAN

1.      Latar Belakang Munculnya Antropologi Terapan
Secara umum, antropologi terapan adalah satu bidang dalam ilmu antropologi tempat pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skills), dan sudut-pandang (perspective). Ilmu antropologi digunakan untuk menolong mencari solusi bagi masalah-masalah praktis kemanusiaan dan memfasilitasi pembangunan. Secara strategis, dalam kajian-kajian antropologi terapan, mahasiswa harus memperlihatkan bagaimana konsep teoretis diterapkan secara empiris ke dalam kenyataan sosiokultural, dan pada gilirannya bagaimana analisis empiris ini berguna untuk keperluan praktis dan sekaligus memberikan umpan-balik bagi pengembangan teori dan konsep antropologi.
Antropologi terapan merupakan cabang Antropologi yang belum lama dikenal yang muncul untuk menjawab tantangan zaman. Antropologi terapan ini diadakan untuk langsung diaplikasikan sesuai situasi dan kondisi. Misalnya; pasukan militer yang ditugaskan ke daerah konflik, mereka perlu dibekali dengan Antropologi yang langsung bisa diaplikasikan di daerah konflik sehingga misi yang mereka emban dapat tercapai. Sejarah mencatat bahwa kekerasan tidak dapat dikalahkan dengan kekerasan. Dengan mengenal dan mengetahui bagaimana masyarakat dan budaya daerah konflik, maka perdamaian akan terwujud.
Antropologi terapan mengkaji  atau berhubungan dengan budaya-budaya dan kelompok sosial yang hidup pada masa kini (living cultures and contemporary peoples). Studi antropologi terapan adalah berkenaan dengan kebutuhan dan masalah nyata yang dihadapi kelompok sosial tersebut pada masa kini, seperti masalah konflik etnis, pengangguran, bencana alam, penyalahgunaan obat, HIV/AIDS, kemiskinan struktural, ethnic cleansing, dan sebagainya. Ilmu terapan berbeda dengan ilmu murni. Perbedaannya yaitu, ilmu terapan dipelajari, diketahui, dan diterapkan (diaplikasikan)  ditempat yang bersangkutan sesuai denagn situasi, kajiannya untuk dimanfaatkan masyarakat. Sedangkan ilmu murni merupakan ilmu yang benar-benar sekedar untuk diketahui, manafaatnya untuk ilmu itu sendiri.
Contoh : Melakukan penelitian mengenai banyaknya pengangguran yang terjadi saat ini. Yang pembahasannya meliputi latar belakang terjadinya pengangguran, keadaan masyarakat akibat adanya pengangguran, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi pengangguran pada masa kini.

2.      Posisi Antropologi Terapan dalam Antropologi Budaya
Menurut Koentjaraningrat (1981)  ruang lingkup antropologi dibagi menjadi dua, yaitu:
1.      Antropolgi Fisik dibagi menjadi 2, yaitu:
a.       Paleoantropologi : Bagian dari antropologi fisik yang menelaah tentang asal usul atau terjadinya dan perkembangan mahkluk manusia. Obyek penelitiannya adalah fosil manusia (sisa-sisa tubuh manusia yang telah membatu) yang terdapat dalam lapisan-lapisan bumi.
b.      Somatologi : Adalah bagian dari antropologi fisik yang menelaah tentang variasi atau keanekaragaman ras manusia melalui ciri-ciri tubuh manusia secara keseluruhan ( ciri-ciri genotipe dan fenotipe )
2.      Antropologi Budaya
Antropologi budaya menyelidiki manusia sebagai makhluk sosio-budaya dan seluruh cara hidup manusia dengan menggunakan bahan mengenai deskripsi kebudayaan. Fokus penyelidikan antropologi budaya adalah kebudayaan. Kebudayaan merupakan gambaran essensial manusia dan dalam mewujudkan kebudayaan akan tergantung pada kondisi-kondisi bio-psikologinya, lingkungan alam, sosiall, serta sejarahnya dalam satu proses yang dinamis. Tokoh yang mengemukakan definisi dan uraian tentang kebudayaan adalah E.B Tylor yang dikenal sebagai bapak antropologi Modern. Bagi Tylor, kebudayaan adalah keseluruan komplek yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, hukum, moral,adat, dan tindakan serta kebiasaan lainnya yang dimiliki manusia sebagai anggota masyarakat. Antropologi Budaya dibagi menjadi 8, yaitu:
a.       Arkeologi Prehistori (Prasejarah)
Bagian dari antropologi budaya yang mempelajari tentang sejarah manusia dan penyebarannya melalui obyek penelitian artefak (benda-benda peninggalan).


b.      Etnolinguistik
Bagian dari antropologi budaya yang mempelajari Timbulnya bahasa, bagaimana terjadinya variasi dalam bahasa serta penyebaran bahasa umat manusia di dunia.
c.       Etnologi
Bagian dari antropologi budaya yang mencoba menelusuri asas-asas manusia dengan meneliti seperangkat pola kebudayaan suatu suku bangsa yang menyebar di seluruh dunia. Obyek penelitiannya adalah pola kelakuan masyarakat ( adat istiadat, kekerabatan, kesenian, dsb) serta dinamika kebudayaan ( perubahan, pelembagaan dan interaksi).
d.      Etnopsikologi
Adalah suatu ilmu yang praktis, yang tujuannya adalah mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah colonial dan guna mendapat pengertian tentang masyarakat modern yang bersifat kompleks.
e.       Antropologi Spesialisasi
1)      Antropologi Perkotaan
2)      Antropologi Ekonomi
3)      Antropologi Politik
4)      Antropologi Pendidikan
5)      Antropologi Kesehatan
6)      Antropologi Kesehatan Jiwa
7)      Antropologi Kependudukan
f.       Antropologi Sosial Budaya
mengkaji tentang masyarakat manusia. Antropologi sosial sering kali disebut antropologi  sosial budaya karena masyarakat dan budaya merupakan satu kesatuan system yang tidak terpisahkan.
g.      Antropologi Terapan
Dalam perkembangan selanjutnya, antropologi sosial budaya bergerak pula di bidang kependudukan, pendidikan, Kesehatan, hukum, politik, dan lain-lain.  Sehingga berkembanglah antropologi Spesialisasi yang pada aplikasinya memunculkan antropologi terapan. Antropologi Terapan adalah antropologi yang langsung diaplikasikan karena dibutuhkan untuk keperluan tertentu.

3.      Perkembangan Antropologi Terapan
Perkembangan Antropologi terapan di Amerika
Antropologi terapan pertama kali dipergunakan dalam upaya memperbaiki suku bangsa Indian. Hal ini ditandai oleh adanya beberapa perkumpulan dan organisasi swasta yang dibiayai oleh beberapa orang kaya, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup orang Indian Amerika.

Perkembangan Antropologi Terapan di Eropa Barat
Negara seperti Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Jerman, Itali yang merupakan negara penjajah bangsa di Asia-Afrika. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan sikap dalam kebijaksanaan mereka terhadap negara yang mereka jajah.


Perkembangan Antropologi Terapan di Indonesia
Ditandai dengan adanya etische polite. Antropologi terapan  di Indonesia merupakan pengetahuan mengenai manusia, masyarakat dan kebudayaan rakyat Indonesia yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang perlu ditingkatkan.
            Maka ilmu antropologi di Indonesia disebut Etnologi/Volkenkunde (ilmu bangsa-bangsa), yaitu ilmu yang memegang peranan penting dan bersifat terapan, sebagai ilmu yang mempelajari cara berfikir bangsa Indonesia.
       Sifat terapannya, bahwa pengertian tersebut diperlukan oleh pemerintah Belanda untuk memperbaiki taraf ekonomi rakyat,  tetapi juga untuk mempermudahkan mereka dalam menjalankan pemerintahan di negara-negara jajahan mereka tanpa perlu menggunakan paksaan dan kekerasan terlalu banyak. Contoh: antropologi sebagai ilmu terapan dipergunakan Belanda dalam menguasai aceh. 


BAB III
KESIMPULAN
Antropologi terapan mengkaji  atau berhubungan dengan budaya-budaya dan kelompok sosial yang hidup pada masa kini (living cultures and contemporary peoples). Studi antropologi terapan adalah berkenaan dengan kebutuhan dan masalah nyata yang dihadapi kelompok sosial tersebut pada masa kini,
Antropologi terapan merupakan cabang Antropologi yang muncul untuk menjawab tantangan zaman. Antropologi terapan ini diadakan untuk langsung diaplikasikan sesuai situasi dan kondisi. Dan antropologi terapan  adalah bagian dari antropologi budaya. Antropologi budaya itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia dan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia.
            Dan kebudayaan merupakan keseluruhan hasl kreativitas manusia yang sangat komplek. Didalamnya berisi struktur-struktur yang saling berhubungan, sehingga merupakan kesatuan yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan. Adanya kait mengait di antara unsure-unsur itulah sehingga dapat dikatakan bahwa kebudayaan adalah sebagai system, artinya kebudayaan merupakan kesatuan organis dari rangkaian gejala, wujud, dan unsure-unsur yang berkaitan sau dengan yang lain.









Daftar Pustaka

Ihromi, T.O. 1980. Pokok Pokok Antropologi . Jakarta : PT. Gramedia.
Koentjaraningrat.1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Rineka Cipta.
Mada University Press.
                              .1998. Pengantar Antropologi II, Pokok Pokok Etnografi. Jakarta : Rineka Cipta.
Suwardi Endraswara, M.Hum. 2006. Metodelogi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta : Gadjah
Tri Widiarto, M.Pd. 2007. Pengantar Antropologi Budaya. Salatiga : Widya Sari Press.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar