Selasa, 17 Januari 2012

MEMBACA KRITIS UNTUK MENULIS



A.    Pengertian Membaca
Membaca pada hakikatnya tidak hanya melafalkan tulisan tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif.
1.      Pengertian Membaca Kritis
Kegiatan membaca kritis untuk menulis pada dasarnya kegiatan untuk mendapatkan informasi yang relevan sesuai kebutuhan untuk mengembangkan tulisan yang akan dibuat. Membaca kritis menghendaki kita untuk tidak menerima begitu saja kebenaran informasi tetapi kita harus bersikap skeptis yaitu bertanya terus menerus dan berusaha mencari bukti untuk menguji kebenaran informasi tersebut.
Pengertian lain mengenai membaca kritis adalah: (1) membaca kritis (critical reading) adalah aktifitas membaca yang ditempuh secara bijak, mendalam, evaluatif, serta analisis dan bukan sekedar mencari-cari kesalahan isi atau pilihan kata yang terdapat dalam objek kajian. (2) membaca kritis sebagaimana membaca intensif merupakan modal utama bagi mahasisiwa untuk mencapai kesuksesan studi.
2.      Tujuan Membaca Kritis
a.         Memahami maksud penulis
b.         Memahami organisasi dasar tulisan dan menilai penyajian penulis
c.         Menerapkan prinsip-prinsip kritis dalam suatu bacaan
d.         Meningkatkan minat keterampilan membaca serta selalu berfikir kritis
e.         Mengetahui prinsip-prinsip pemilihan bahan dengan memanfaatkan penerbitan buku-buku ilmiah
3.      Pengertian Membaca Kritis untuk Menulis
Membaca merupakan kegiatan yang sangat menunjang kegiatan menulis. Dengan banyak membaca kita akan banyak mendapatkan gagasan yang berguna bagi tulisan kita. Tulisan yang baik memberikan pengetahuan bagi pembacanya.
4.      Ragam Membaca Kritis
Ada berbagai ragam membaca kritis tergantung pada jenis informasi yang kita butuhkan.
a.       Membaca cepat sekaligus untuk mencari topik
Terkadang kita membaca hanya secara umum untuk mengetahui apa yang dibicarakan dalam tulisan tersebut.  Dalam hal ini kita tidak perlu memfokuskan perhatian pada bagian-bagian tertentu, kita bisa membaca tulisan dengan cepat yang bertujuan untuk mendapatkan ide tentang topik yang kita baca. Cara membaca seperti ini hanya digunakan untuk menambah wawasan tentang suatu bahan kajian.
b.      Membaca cepat untuk informasi khusus
Membaca cepat disini lebih terarah dan teliti karena mempunyai tujuan informasi khusus tentang masalah yang dikaji sebagai bahan bandingan atau bahan masukan yang memperkuat pendapatnya.
c.       Membaca teliti untuk informasi rinci
Membaca kritis secara rinci ini bisa dilakukan pada bagian yang dianggap tidak mengandung informasi yang diinginkannya secara sekilas tetapi pada bagian yang dianggap mengandung informasi dilakukan dengan teliti dan hati-hati.



5.      Membaca Kritis Tulisan/Artikel Ilmiah
Membaca kritis tulisan/artikel ilmiah berbeda dengan membaca tulisan lain karena dalam tulisan/artikel ilmiah berisi hasil-hasil penelitian.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca tulian/artikel Ilmiah:
a)      Membaca tesisi/ pernyataan masalah
Tesis biasanya diungkapkan dengan sebuah kalimat pernyataan. Dengan mengenali tesis sebuah tulisan, kita akan mudah memahami isi tulisan dan menilai apakah penulisnya berhasil atau tidak dalam membahas atau memecahkan masalah yang diajukan.
b)      Meringkas butir-butir penting setiap artikel
Meringkas butir-butir penting setiap artikel perlu dilakukan karena ringkasan itu bisa dikembangkan.
c)      Menyitir konsep-konsep penting
Dengan memahami konsep-konsep penting dari sebuah tulisan ilmiah,kita juga akan dapat lebih memahami konsep-konsep yang kita kembangkan dalam tulisan kita.
d)     Menentukan bagian yang kan dikutip
Dalam mengutip bagian dari seluruh tulisan ilmiah, kita perlu memperhatikan relevasi bagian tersebut untuk tulisan ita.
e)      Menentukan implikasi dari bagian/sumber yang dikutip
Dalam mengutip bagian dari artikel, kita perlu menyadari implikasinya.
f)       Menentukan posisi penulis pengutip
Dalam mengutip pernataan dalam artikel kita perlu secara jelas meletakkan posisi kita.


6.      Membaca Kritis Tulisan/Artikel Populer
Membaca kritis tulisan popular lebih mudah dipahami karena sifatnya yang terbaru hangat dibicarakan dan bahasa yang digunakan juga bahasa kominikatif yang mudah dimengerti pembaca.
a.       Mengenali persoalan utama atau isu yang dibahas dalam artikel popular
Perlu diperhatikan dalam membaca tulisan popular adalah mengenali persoalan utama atau isu yang dibahas.
b.      Menentukan signifikasi/relevansi isu dengan tulisan yang akan dihasilkan
Isu yang dibicarakan dalam sebuah tulisan mungkin tidak mempunyai relevansi untuk tulisan yang akan kjita buat.
c.       Memanfaatkan isu artikel popular untuk bahan/inspirasi dalam menulis
Isi srtikel popular dapat menjadi inspirasi karena isu artikel popular biasanya tenyang masalah sosial.
d.      Membedakan isi artikel popular dengan isi artikel ilmiah dan buku ilmiah
Artikel popular biasanya berisi pemahaman tentang sebuah isu yang sedang diminati masyarakat, dan tidak mementingkan teori dan data. Artikel/buklu ilmiah biasanya berisi tentang pemahaman tentang isu yang tidak diminati masyarakat, peranan teori dan data sangat penting dalam artikel ini.

7.      Membaca Kritis Buku Ilmiah
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca buku ilmiah:
a.       Memanfaatkan indeks untuk menemukan konsep penting
Buku ilmiah biasanya mencantumkan indeks yang berisi kata-kata yang mengacu pada konsep-konsep yang dianggap penting.
b.      Menemukan konsep-konsep penting (pandangan ahli, hasil penelitian, dan teori)
Pengenalan dan pemahaman konsep-konsep yang pentig akan menambah kedalaman dan kekritisan tulisa kita.
c.       Menentukan dan menandai begian-bagian dari buku yang dikutip
d.      Menentukan implikasi dari bagian/sumber yang dikutip
Dalam mengutip bagian dari sebuah buku  kita perlu memahami implikasinya sehingga kutipan-kutipan tersebut dapat mendukung isi tulisan yang kita buat.
e.       Menentukan posisi penulis sebagai pengutip
Dalam mengutip sebuah pernyataan yang ada dalam artikel, kita perlu jelas meletakkan posisi kita. Apakah kita menyetujui  atau tidak pernyataan yang kita kutip.

8.      Membaca Kritis Bahan-Bahan yang Tersaji dalam Jaringan Internet untuk Menulis
Banyak bahan yang tersedia di internet bersifat terkini artinya bahan-bahan itu dapat menjadi referensi terbaru dari masalah yang diangkat untuk diteliti. Mengingat banyaknya informasi yang dapat diakses dari internet, kita perlu menyeleksi informasi yang kita dapat.
a.       Kiat praktis mencari dan menemukan bahan-bahan dalam jaringan internet
b.      Memilih dan mengevaluasi bahan-bahan dalan jaringan internet untuk bahan menulis
c.       Menentukan isi atau gagasan penting dalam bahan-bahan yang terseia dalam jaringan internet
d.      Memanfaatkan secara kritis bahan-bahan dalam jaringaninternet untuk menulis




9.      Ciri Pembaca yng Baik
a.       Dapat menetuan dengan tepat hubungan antar kecepatan membaca dengan tujuan membaca yang ingin di capai
b.      Dapat menghubungkan bacaab tersebut dengan hal-hal lain di luar bacaan yang masih ada kaitannya
c.       Dapat menggolongkan bahan bacaan atas bagian yang pokok dan bagian yang merupakan penjelas saja

10.  Cara Membaca Praktis
a.       Menggarisbawahi ide-ide cemerlang
b.      Penyempurnaan materi-materi yang akan kita rasakan masih kurang lengkap
c.       Antisipasi, bantahan-bantahan terhadap ide-ide yang dianggap controversial atau jauh berbeda dengan kensepsi pembaca
d.      Penyampaian ide-ide lain sebagai pembanding, wawasan lain atau pilihan-pilihan yang lain dari ide-ide yang disodorkan penulis dalam karyanya

11.  Memahami maksud Penulis Naskah
a.       Mencari pernyataan maksud penulis pada paragraf-paragraf awal
b.      Mencari maksud tersebut pada paragraph-paragraf akhir.
c.       Memperhatikan baik-baik cara kerja penulis menetukan ruang lingkup pembicraan
d.      Memperhatikan organisasi karangan dan penyajian bahan.mencari dan menemukan maksud-maksud yang tersirat.
Langkah-Langkah dalam memahami maksud penulis:
1.      Bersikap terbuka dan objektif, tidak langsung member vonis dan menyerang
2.      Kita bertolak dari kejujuran untuk melahirkan asumsi-asumsi
3.      Asumsi-asumsi tersebut dianalisa.
4.      Jangan hanyut oleh perasaan emotif dan prasangka
5.      Jangan sampai kita kehilangan keseimbangan hanya karena melihat dengan hal-hal yang bertentangan dengan logika dan konsep kebenaran kita
Kita mencoba berfikir dari sisi sang penulis, atau kita hargai pendapatnya yang berbeda atau bertentangan dengan konsep k

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar